WT1190F, Benda Asing Luar Angkasa Tak Dikenal akan Jatuh ke Samudera Hindia pada November 2015

Para astronom bersiap untuk mengamati tabrakan di lepas pantai Sri Lanka.

Peneliti menyebutnya hanya kebetulan bahwa benda angkasa yang baru ditemukan ini dinamai WT1190F. Namun susunan huruf dalam nama ini, yang merupakan kependekan dari ekspresi kekagetan (WTF 11/9), benar-benar cocok untuk objek misterius ini.

Para ahli telah memperhitungkan bahwa WT1190F akan jatuh ke bumi di atas Samudera Hindia pada Jumat, 13 November (Friday the 13th), menjadikannya salah satu dari sedikit benda luar angkasa yang kejatuhannya dapat diprediksi dengan akurat. Lebih tidak lazim, WT1190F adalah benda “hilang” luar angkasa yang orbitnya lebih jauh dari Bulan, diabaikan dan tidak dikenal, sebelum akhirnya terlacak oleh teleskop pada awal Oktober.

“Pengamatan sedang dikerjakan untuk melacak benda ini selagi itu turun memasuki atmosfer Bumi,” kata Gerhard Drolshagen, co-manager di Noordwijk, Netherlands, dari kantor European Space Agency’s Near Earth Object. Peristiwa ini tidak hanya membuka peluang ilmiah untuk mengamati suatu benda masuk ke atmosfer, sekaligus menguji coba rencana para astronom untuk mengkoordinasikan usaha mereka ketika benda asing luar angkasa yang berpotensi menimbulkan bahaya benar-benar muncul. “Apa yang kami rencanakan sepertinya berjalan,” kata Drolshagen, “Namun masih berlangsung tiga minggu lagi.”

WT1190F dideteksi oleh Catalina Sky Survey, sebuah program yang berbasis di University of Arizona, Tucson, ditujukan untuk menemukan asteroid dan komet yang melintas di dekat Bumi. Awalnya, para ilmuwan tidak tahu apa yang dilakukan benda aneh ini. “Namun mereka segera menghitung trayektorinya setelah mengumpulkan data observasi lebih lanjut dan membuka arsip hasil pengamatan teleskop terhadap benda ini selama 2012 dan 2013,” kata developer independen software astronomi Bill Gray, yang telah melacak puing-puing bersama para astronom di NASA Jet Propusion Laboratory di Pasadena, California.

WT1190F adalah benda luar angkasa langka. “Peneliti sedang melacak hanya 20 atau lebih benda buatan pada orbit yang jauh,” kata Gareth Williams, seorang astronom di Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts. “Mungkin ada banyak potongan-potongan sampah luar angkasa sepert ini yang mengorbit antara Bumi-Bulan, namun mustahil untuk menentukan berapa banyak. Tidak ada yang lain yang diketahui sedang melakukan perjalanan kembali ke Bumi, meskipun sepertinya beberapa di antaranya telah kembali tanpa diketahui seorang pun,” kata McDowell.

“WT1190F bergerak dalam orbit sangat elips, berayun sejauh dua kali lipat jarak Bumi-Bulan,” kata Gray. Perhitungan Gray menunjukkan benda itu akan menabrak Bumi pada jam 6.20 UTC (13.20 WIB), menghantam lautan kira-kira 65 kilometer lepas pantai ujung Sri Lanka. Sebagian besar, jika tidak semuanya, akan terbakar di atmosfer, namun “Aku tidak ingin pergi memancing ikan di dekat situ,” kata Gray.

Benda ini hanya berukuran 1-2 meter, dan trayektorinya menunjukkan bahwa ini memiliki kepadatan rendah, dan mungkin berongga. Ini mengindikasikan benda buatan “Sebongkah sejarah luar angkasa yang hilang yang kini datang kembali untuk menghantui kita”, kata Jonathan McDowell, seorang astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts. Ini mungkin sisa panel roket yang dibuang ketika misi ke Bulan. Mungkin juga puing-puing ini berasal dari beberapa dekade lalu, mungkin bahkan pada era Apollo. Sebuah obyek yang terlihat mengorbit Bumi pada 2002 ternyata diidentifikasi sebagai bagian yang dibuang dari roket Saturn V yang meluncurkan misi kedua untuk mendaratkan manusia di Bulan.

Drolshagen berencana untuk mendapatkan informasi spektral dari benda ini, yang mungkin membantu untuk mengidentifikasinya, dan dia berharap untuk mengkoordinasikan pengamatan tabrakan yang dapat dilakukan di atas kapal ataupun di pesawat. Tidak seperti asteroid dekat Bumi, puing-puing luar angkasa yang melayang jauh dari Bumi tidak mendapatkan perhatian maupun sejumlah pendanaan signifikan untuk melacaknya. Dan militer Amerika, yang melacak puing-puing angkasa, mengatakan mereka belum mampu untuk mengidentifikasi WT1190F atau memprediksi jalurnya.

“Tidak ada usaha resmi, maupun usaha pembiayaan untuk melakukan pelacakan benda orbit jauh Bumi seperti kita melacak benda orbit dekat Bumi,” kata McDowell, “Aku pikir ini harus berubah.”

diambil dari kitabhenokhdothcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.