Category Archives: Raksasa / Nephilim

Asal usul roh jahat

Published by:

Kitab Henokh adalah kitab yang kontroversial di kalangan umat Kristen. Ada yang memandangnya sebagai kitab sejarah, ada yang memandangnya sebagai kesesatan, dan ada yang yang memandangnya sebagai bagian dari Kitab Suci. Alasan utama penolakan terhadap Kitab Henokh adalah ajaran tentang malaikat yang turun dari Surga dan berhubungan seks dengan perempuan manusia pada zaman Nuh. Mereka yang menolak, berpendapat bahwa hal ini tidak bisa dijelaskan dengan Alkitab. Ataukah ternyata bisa?

Alasan lain untuk menolak Kitab Henokh bagi kebanyakan orang Kristen, adalah karena itu tidak muncul di dalam 66 kitab yang disebut Kanon. Namun jika dibaca dengan teliti, ada banyak ayat-ayat dalam Kitab Henokh yang berhubungan langsung dengan Kitab Suci. Bahkan, Kitab Henokh adalah pintu masuk untuk dapat memahami hari-hari zaman Nuh, yang seperti dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus, akan terjadi kembali pada hari-hari menjelang kedatangan-Nya.

Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.

Lukas 17:26

meskipun tidak dimasukkan ke dalam Kanon Alkitab, bukan berarti Kitab Henokh tidak punya nilai historis. Banyak catatan sejarah dunia yang juga tidak dimasukkan ke dalam Alkitab, seperti Columbus dan Montezuma.

Roh Jahat menurut Henokh

Kepercayaan terbesar mengenai asal-usul roh-roh jahat berhubungan dengan Nephilim yang mati binasa dalam air bah, berasal dari ayat-ayat berikut ini dari Kitab Henokh:

 

Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebut roh-roh jahat. Tapi roh-roh yang ada di surga memiliki tempat kediaman di surga, dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi. Dan roh-roh para raksasa akan menindas, menyerang, menghancurkan, berperang dan menyebabkan kerusakan di bumi, dan melakukan kejahatan; mereka tidak akan memakan apa pun, tidak pula mereka menjadi haus, dan mereka akan tidak kelihatan. Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan, karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.

Henokh 15:8-12

 

Menurut Henokh, roh-roh jahat adalah roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim yang telah mati pada waktu air bah. Karena berasal dari ‘manusia sebagian’ dan ‘malaikat sebagian’, mereka menjadi sesuatu yang berbeda dan jahat. Alkitab tidak mengatakan ini secara langsung, namun ada dua bukti yang tercantum di dalam Alkitab yang akan meneguhkan ayat-ayat dalam Kitab Henokh.

 

Roh Jahat menurut Musa

Perhatikan pernyataan Musa mengenai roh-roh jahat:

Mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat (Ibrani: shed) yang bukan Allah (Ibrani: Elohim), kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar.

Ulangan 32:17 

 

Kata “roh-roh jahat” yang digunakan dalam ayat di atas berasal dari kata Ibrani “shed”, yang merujuk kepada iblis atau roh-roh jahat dalam zaman modern (zaman Yesus Kristus). Mengapa Musa mengatakan roh-roh jahat sebagai “allah baru”? Dia juga menggunakan kata “elohim” yang diterjemahkan sebagai “allah-allah” atau “ilah-ilah.” Musa menggunakan dua kata yang secara khusus digunakan untuk menyebut makhluk roh, yaitu “shed” dan “elohim.” Musa tidak sekedar menyebutnya sebagai patung berhala. Jika roh-roh jahat adalah ‘allah baru’ yang ‘belum lama muncul/timbul’, apa yang sebenarnya sedang dibicarakan Musa?

 

“allah-allah baru (Ibrani: châdâsh) yang baru (Ibrani: qârôb) saja muncul.”

 

Ada dua kata berbeda yang digunakan di sini untuk kata “baru.”

Yang pertama: châdâsh, artinya: baru, segar, hal baru.

Yang kedua: qârôb, artinya: segera sesudah, barusan, kerabat dekat (keluarga).

 

Di sini menariknya. Ini adalah makhluk-makhluk yang baru saja muncul. Lebih menarik lagi adalah kata kedua yang diterjemahkan sebagai ‘kerabat dekat’. Jika iblis atau roh-roh jahat sesungguhnya berasal dari Nephilim yang mati, mereka adalah ‘kerabat dekat’ dalam pengertian bahwa mereka adalah ‘manusia sebagian’.

 

Roh Jahat menurut Yesus

Yesus memilih kata yang sangat spesifik ketika berbicara. Salah satu contohnya saat percakapan mengenai roh-roh najis (roh-roh jahat atau setan).

“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.”

Matius 12:43

Perhatikan kata “roh jahat“, terjemahan aslinya adalah roh (Yunani: pneuma) najis (Yunani: akathartos).

Najis: akathartos, artinya: tidak murni, najis, tidak bersih, campuran yang salah. Lawan katanya adalah kathairō, yang artinya: dibersihkan dan katharos, yang artinya: bersih, murni, asli, bebas dari campuran.

Roh: pneuma, artinya: roh, nafas, angin.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Malaikat tidak pernah disebutkan sebagai najis.
  • Tuhan Yesus tidak pernah menyebutkan malaikat sebagai roh jahat.
  • Tuhan Yesus tidak pernah menyebut roh jahat sebagai malaikat.

Sepertinya ada alasan khusus mengapa Tuhan Yesus memilih kata yang spesifik ini, untuk merujuk kepada roh-roh jahat. Namun untuk alasan apa?

Kesimpulan

Musa memandang bahwa roh-roh jahat adalah sesuatu yang baru, seperti yang dinyatakan oleh Kitab Henokh. Menurut Henokh, tidak adaroh-roh jahat menguasai bumi sebelum kematian Nephilim. Musa juga menegaskan bahwa roh-roh ini ‘manusia sebagian’ dengan menggunakan kata qârôb, yang artinya ‘kerabat dekat.’ Puncaknya, Tuhan Yesus menegaskan asal usul roh-roh jahat dengan merujuk mereka sebagai ‘campuran yang salah.’

Anda yang sudah mempelajari Nephilim akan tahu bahwa pencampuran yang salah antara malaikat dengan manusia telah menghasilkan makhluk hybrid Nephilim sejak awal mulanya dan yang menjadi alasan terbesar mengapa Tuhan menghapuskan segala sesuatu yang hidup dari muka bumi dengan air bah. Menurut pendapat saya, baik Musa maupun Tuhan Yesus meneguhkan setidaknya bagian dari Kitab Henokh, yang menuliskan tentang asal-usul roh-roh jahat dari Nephilim yang mati.

dari kitabhenokhdothcom